Rekor Menarik Jose Mourinho Sebagai Manajer

No Comments

Jose Mourinho adalah manajer sepakbola yang telah ternama di dunia sepakbola. Dia diamati oleh sejumlah pakar, pemain dan penggemarnya sebagai salah satu manajer cerdas dan bijaksana yang masih aktif sampai saat ini. Dia dinobatkan sebagai salah satu dari 10 pelatih terhebat sejak pendirian UEFA.

Sebelum dia benar-benar menjadi pelatih, Mourinho bekerja sebagai penerjemah dan asisten manajer klub Barcelona dan Porto di bawah asuhan Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal. Dia memulai karir manajerialnya dengan Benfica dan saat ini dia menangani tim raksasa Liga Inggris Manchester United.

Karir dan Gelar Mourinho Sebagai Manajer

Mourinho memulai karir pertamanya sebagai manajerial dengan musimnya yang singkat di Benfica, yang hanya berlangsung selama sembilan pertandingan. Namun musimnya yang singkat itu membuahkan keberhasilan, dan dia langsung mendapatkan tawaran dari klub seperti Newcastle. Akhirnya dia meninggalkan klub sebelum kontraknya berakhir dikarenakan perselisihan dengan dewan mengenai perpanjangan kontrak dan politik internal klub.

Karir Awal Mourinho bersama Benfica

Mourinho memiliki musim yang singkat dan sukses lainnya di Uniao de Leiria dengan membawa tim menduduki posisi keempat di liga Portugal. Hal tersebut menarik perhatian banyak pemain kelas elit Portugal dan dunia, dan kemudian dia mulai mendapatkan ketenarannya sebagai manajer yang hebat dan tajam yang suka dirinya dikelilingi oleh media.

Pada Januari 2002, Mourinho bergabung dengan Porto. Dia membawa tim dari peringkat lima ke peringkat tiga dengan lima belas pertandingan tak terkalahkan di Liga Portugal. Di akhir musim, Mourinho berjanji untuk memenangkan liga pada musim berikutnya. Pria asal Portugal tersebut memenuhi janjinya itu dengan catatan rekor 86 poin dan dia juga memenangkan pertandingan final Liga UEFA melawan Celtic.

Gelar Jose Mourinho Bersama Porto

Pada musim berikutnya, dia kembali memenangkan Liga Portugal, serta Piala Super Portugal dan juga Liga Champions. Selama kompetisi Liga Champions itu, dia mengembangkan hubungannya dengan saling menghormati dengan Sir Alex Ferguson yang semakin diperkuat setelah dia pindah ke Chelsea pada tahun 2004 dan disanalah dia mendapatkan julukan “The Special One”.

Gelar Jose Mourinho Bersama Chelsea

Dia mempertahankan beberapa staf yang ikut dengannya dari Porto. Di bawah asuhan Mourinho, Chelsea mengamankan gelar domestik pertama mereka dalam 50 tahun dengan menetapkan serangkaian rekor sepak bola liga Inggris, termasuk poin terbanyak yang pernah dicapainya di Liga Premier sebanyak 95 poin dan kebobolan gol paling sedikit yaitu 15 kali kebobolan, dan bahkan dia juga memenangkan League Cup.

Pada musim keduanya, dia mempertahankan gelar League Cup dan FA Cup. Hal tersebut melihat ke perkembangan konflik antara dia dengan pemilik klub Chelsea, Roman Abramovich. Kemudian dia meninggalkan Chelsea dengan tak terduga pada tahun 2007 sebagai manajer klub paling sukses.

Lalu Mourinho dipilih sebagai manajer Inter Milan, disana dia memiliki musim pertamanya dengan penampilan yang biasa saja, dengan memenangkan Liga Serie A.
Di musim 2009-2010 adalah musim terbaik dalam hidupnya dengan tiga gelar yang diraihnya yaitu Copa Italia, Liga Serie A dan Liga Champions. Namun setelah itu dia meninggalkan Inter Milan setelah musimnya yang menakjubkan itu dan dia memutuskan untuk bergabung bersama Real Madrid.

Gelar Jose Mourinho Bersama Inter Milan

Bersama klub raksasa Spanyol, kinerja dia berada di bawah rata-rata. Dia hanya satu kali memenangkan La Liga dan satu kali Copa del Rey dalam dua musim. Dalam musim terakhirnya dia tidak meraih gelar apapun di Real Madrid dan dia mengklaim itu adalah musim terburuk dalam hidupnya.

Rekor Jose Mourinho di Real Madrid

Di musim 2014-2015, dia kembali ke Chelsea dan kemudian dia memenangkan Liga Premier dan League Cup, namun pada musim berikutnya dia meninggalkan klub setelah musimnya yang mengecewakan dengan hanya meraih 11 poin dalam 12 pertandingan terakhir.

Rekor Jose Mourinho di Manchester United

Selanjutnya dia bergabung dengan Manchester United pada tahun 2016 dan telah berhasil membawa United memenangkan League Cup dan Liga Eropa di musim debutnya bersama klub.

Total Rekor Jose Mourinho

Taktik Umum Mourinho

Mourinho sangat terkenal karena kehebatannya taktiknya, manajerial yang berani, dan kemampuannya dalam beradaptasi untuk berbagai situasi. Mourinho juga diakui karena perhatiannya terhadap bagian yang kecil, perencanaan organisasi dan komunikasi dalam pertandingan.

Biasanya dia menerapkan formasi 4-3-3 atau 4-4-2. Terkadang dia menggunakan formasi 4-5-1 untuk menghadapi sesuatu yang terjadi di babak berikutnya dari turnamen.

Jose Mourinho lebih menyukai gelandang tengah yang kuat, stabil dan juga pemain sayap yang cepat untuk dia manfaatkan secara maksimal. Mourinho dipuji karena reaksi cepatnya terhadap pertandingan. Bersama Chelsea, dia berhasil menggunakan formasi 4-1-2-3 yang menggunakan Demba Ba sebagai mesin pencetak gol.

Pep Guardiola Manajer Dengan Yang Rekor Luar Biasa

Pep Guardiola Manajer Dengan Yang Rekor Luar Biasa
No Comments

Pep Guardiola dipilih sebagai manajer Barcelona pada musim panas 2008 karena keahliannya. Hal tersebut memang benar dengan keahliannya mengelola Barcelona B, tapi pengalaman itu bukan pengalaman yang dipikirkan bahwa dia dapat mengelola salah satu tim sepakbola terbesar di dunia.

Namun pertaruhan yang dilakukan dengan memberikan dia kesempatan mengelola tim raksasa Barcelona membuahkan hasil yang menakjubkan bagi Barcelona, sejak saat itu, klub tidak pernah memandang remeh Guardiola. Sementara Guardiola sendiri telah membuktikan kesuksesan yang sama di Bayern Munchen.

Berikut ini adalah karir Guardiola dan semua yang dia raih dalam berbagai perannya:

Barcelona B

Pep Guardiola Barcelona B

Guardiola mengelola Barcelona B yang terdegradasi sampai ke divisi terendah dalam lebih dari 30 tahun dan dia berhasil membawa Barcelona B sampai ke divisi 2 dengan memberikan tugas bagi tim yang buruk menjadi tim yang menakjubkan.

  • Tercera División champions: 2007–08

Barcelona

Gelar Pep Guardiola di Barcelona

Frank Rijkaard manajer sebelumnya berhasil mencapai kesuksesan yang besar di Barcelona dengan membawa klub meraih dua gelar liga spanyol dan liga champions, dan juga membawa pemain seperti Lionel Messi, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Namun pada musim panas 2008 tim terlihat semakin kurang solid setelah dua musim berturut-turut tidak meraih gelar dan akhirnya Rijkaard disingkirkan dan akhirnya Guardiola dipilih untuk menggantikannya.

Perbedaan yang luar biasa setelah Guardiola mengambil alih tim. Tim yang dikelola oleh Guardiola memainkan permainan sepakbola Eropa yang berbeda. Barcelona meraih tiga piala pada musim pertama dia mengelola Barcelona dengan memenangkan liga spanyol dengan unggul sembilan poin pada musim pertamanya dan meraih piala Copa del Rey, serta Liga Champions, dan itu adalah sejarah terbaik Barcelona.

Barcelona akhirnya meraih tiga gelar liga berturut-turut, dua piala Copa del Rey dan dua kemenangan di Liga Champions, serta berbagai pernak-pernik lain yang tersedia untuk juara Eropa, seperti beberapa piala Super Eropa, tiga Supercopas Spanyol dan dua klub piala dunia. Gelar yang sangat menakjubkan dengan meraih 14 piala dalam empat musim karir dia di Barcelona.

  • La Liga (3): 2008–09, 2009–10, 2010–11
  • Liga Champions (2): 2008–09, 2010–11
  • Copa del Rey (2): 2008–09, 2011–12
  • FIFA Club World Cup (2): 2009, 2011
  • Super Cup Spanyol (2): 2009, 2011
  • Supercopa Spanyol (3): 2009, 2010, 2011

Bayern Munchen

Rekor Guardiola di Bayern Munchen

Setelah pensiun dari Barcelona, Guardiola melakukan libur panjang dan akhirnya dia mewarisi tugas dari Jupp Heynckes setelah libur panjangnya. Pada saat itu Bayern Munchen yang dikelola oleh Jupp Heynckes baru saja meraih gelar treble dan sementara Guardiola masih belum terbiasa dengan klub Bayern Munchen, namun pada musim pertamanya di Bayern Munchen, klub meraih gelar piala Bundesliga dan DFB Pokal pada musim pertamanya dan pada musim berikutnya kembali meraih gelar piala Bundesliga.

Terlebih lagi, mereka tetap berada di jalurnya untuk gelar-gelar lainnya. Mereka delapan poin lebih unggul di setiap musim dan mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk piala lainnya. Setelah meraih Piala Super Eropa dan Piala Dunia Klub, tak lama setelah tiba di Bayern Munchen, Guardiola memiliki lima piala untuk namanya dalam dua musim. Dalam tiga musim saja Guardiola meraih delapan rekor.

  • Bundesliga (2): 2013–14, 2014–15
  • DFB-Pokal (1): 2013–14
  • UEFA Super Cup (1): 2013
  • FIFA Club World Cup (1): 2013

Total rekor piala yang diraih Pep Guardiola:

  • Juara Liga (6): (Barcelona B 2007–08, Barcelona 2008–09, 2009–10, 2010–11, Bayern Munchen 2013–14, 2014–15)
  • Juara Liga Champions (2): (Barcelona 2008-09, 2010-11)
  • Juara Domestic Cup (3): (2008–09, 2011–12, 2013-14)
  • Juara FIFA Club World Cup (3): 2009, 2011, 2013
  • Juara Super Cup (3): 2009, 2011, 2013
  • Juara Supercopa (3): 2009, 2010, 2011

Total piala yang diraih oleh Pep Guardiola dalam enam musim sebagai manajer sebanyak 20.

Manchester City

Gelar Pep Guardiola di Manchester City

Manchester City adalah tujuan berikutnya Pep Guardiola dan klub tersebut sebelum dikelola oleh Guardiola telah meraih dua gelar liga dan satu piala domestik ditambah piala Community Shield dalam lima musim terakhirnya sebelum Guardiola mengambil alih.

Guardiola memang memiliki sedikit peran yang cukup untuk dapat membuktikannya. Beberapa orang berpendapat bahwa di Barcelona dia mengambil alih tim yang memiliki pemain yang penuh dengan bakat luar biasa dan dia hanya membuat para pemain Barcelona bekerja sebagaimana mestinya dan di Bayern Munchen dia mengambil alih tim yang serba bisa menguasai lapangan.

Namun jika berbicara mengenai kedua kesuksesan itu, hal tersebut diperkirakan tidak masuk akal. Sesungguhnya seberapa banyak yang bisa Pep lakukan untuk Manchester City. Juara Liga Inggris 2012 dan 2014 memiliki bakat pemain yang berlimpah yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, dan mereka semua telah berusaha untuk mempertahankan momentumnya dan membangun kesuksesan di Manchester City yang dalam dua musim dia telah menyumbang dua gelar yaitu:

  • Premier League: 2017–18
  • League Cup: 2017–18
  • Community Shield: 2018

Rekor tersebut kemungkinan besar akan bertambah lagi oleh Guardiola dan fakta dari jabatannya itu mungkin akan memberikan keyakinan kepada manajer Manchester United bahwa satu-satunya cara untuk melakukan tindakan balasan mungkin akan dilakukan kepada Jose Mourinho sebagai manajer baru di Old Trafford. Beberapa musim berikutnya sepak bola liga inggris terbukti sangat menarik.

Sejarah dan Perkembangan Klub Manchester City

Manchester City
No Comments

Manchester City atau yang juga dikenal dengan nama lain The Citizens adalah klub sepakbola liga premier inggris yang bermarkas di kota manchester. Klub ini satu kota dengan Manchester United. Manchester City didirikan pada tahun 1880 dan pada saat itu bernama St. Marks West Gorton, kemudian pada tahun 1887 merubah nama menjadi Ardwick Association Football Club dan pada tahun 1894 menjadi Manchester City.

Klub ini meraih kesuksesan pada akhir tahun 1960 dan awal tahun 1970 ketika mereka menjuarai League Championship, FA CUP, League CUP dan European Cup Winners Cup dibawah asuhan tim Joe Mercer, Malcolm Allison dan juga pemainnya termasuk Colin Bell, Mike Summerbee dan Francis Lee.

Setelah menjuarai League Cup pada tahun 1976, klub mengalami penurunan yang drastis sampai terdegradasi ke divisi tiga pada kompetisi sepakbola liga inggris pada tahun 1997-1998. Sejak saat itu, akhirnya klub kembali meraih kesuksesan. Pada tahun 2011, Manchester City lolos ke kompetisi liga champions dan juga menjuarai piala fa.

Manchester City Juara Liga Inggris 2012

Dibalik setiap piala yang dijuarai oleh tim ini terdapat kenangan yang bergema dengan jutaan pendukung dari seluruh dunia. Penggemar Manchester City dikenal atas komitmen dan kebersamaan mereka sebagai tim yang berjuang sampai kompetisi berakhir.

Saat ini, Manajer Pep Guardiola dan direktur sepakbola Txiki Begiristain telah membentuk skuad tim utama yang penuh dengan semangat dan juga perpaduan bakat dari pengalamannya. Pemain timnas inggris Raheem Srerling, Leroy Sane pemain timnas Jerman, dan Gabriel Jesus pemain timnas Brasil adalah tiga nama bintang yang membuat penggemar Manchester City di seluruh dunia nantikan.

Klub ini dibangun dengan visi untuk berkelanjutan, dengan struktur akademi yang dirancang untuk mendukung keberhasilan tim utama dalam jangka waktu yang panjang dan juga untuk keterlibatan dengan penggemar tim dimana saja. Bersama dengan penggemar dan mitra klub, Manchesster City terus mengembangkan sejarah.

Manchester City memainkan pertandingan kandangnya di Etihad Stadium, stadium ini memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 55.000 sejak tahun 2003.

Pada saat ini, kapasitas tempat duduk di Etihad Stadium lebih luas dan juga mencakup Manchester City Football Academy, pusat pelatihan tim utama dan fasilitas pengembangan pemuda yang terletak di timur kota manchester dimana tempat lahirnya klub tersebut.

Menampilkan 7.000 kapasitas Academy Stadium, Manchester City Football Academy juga merupakan tempat klub sepakbola wanita Manchester City dan tempat latihan tim utama.

Manchester City Academy kini menjadi rumah bagi lebih dari 170 pemain pria dan wanita U9 – U18.

Lebih dari sekadar bakat olahraga, ambisi akademi adalah untuk mengembangkan pemain muda dengan pengetahuan yang luas, memberikan peluang terbaik untuk sukses di sepakbola profesional dan juga kehidupannya.

Pemain muda menerima pendidikan akademis dan sepakbola berstandar tinggi dengan dukungan dari kurikulum non-akademik tentang pengalaman pribadi dan keterampilan hidup.

Pada bulan mei 2016, Manchester City mengumumkan kemitraan mereka selama lima tahun dengan NAC Brede untuk meminjamkan lima pemain ke tim asal Belanda setiap musim, membantu menjembatani kesenjangan antara akademi dan sepakbola tim utama dengan menawarkan pengalaman tingkat elit untuk pemain muda.